7 Fakta Tentang Kredit secara Syariah yang Perlu Anda Ketahui

Akhir-akhir ini, perbankan syariah makin berkembang pesat. Hal ini terlihat dari peningkatan kepemilikan tabungan syariah, serta fitur-fitur bank syariah yang makin bertambah, di antaranya kredit atau pinjaman syariah. Kredit secara syariah ini tentu berbeda dengan kredit konvensional, yang ditandai dengan kriteria khususnya sendiri seperti hal di bawah ini.

  1. Tak Ada Istilah Bunga Bank

Jika Anda melakukan pinjaman atau kredit konvensional, maka akan ada bunga bank yang dibebankan pada Anda, setiap membayarkan cicilan untuk melunasinya. Namun, jika melakukan kredit syariah, Anda tak akan dibebani dengan bunga bank. Bunga bank dalam hukum syariah dianggap sebagai riba, yang tentu saja merupakan suatu hal yang haram.

Kredit syariah dilakukan tanpa menggunakan prinsip akad bunga. Dalam kredit syariah, hanya ada akad mudharabah atau akad jual beli, ijarah wa iqtina atau sewa perubahan kepemilikan, dan mutanaqishah atau capital sharing.  Bank bertindak sebagai pembeli benda yang diinginkan oleh nasabah, yang mana kemudian benda tersebut dijual dengan margin tertentu.

  1. Bank Turut Menanggung Risiko dalam Proses Peminjaman

Dilihat dari pinjaman atau kredit di bank konvensional, risiko sepenuhnya ditanggung oleh peminjam. Jika peminjam mengalami hambatan dalam membayar cicilan, maka risiko akan ditanggung oleh peminjam, misalnya seperti penarikan jaminan oleh pihak bank. Berbeda dengan kredit syariah, di mana bank pun turut serta menanggung risiko tersebut.

  1. Penyaluran Dana Hanya untuk Hal yang Halal

Saat mengajukan kredit secara syariah, maka Anda akan dimintai informasi mengenai penyaluran dana tersebut. Pengajuan pinjaman syariah hanya akan diterima jika dana pinjaman tersebut disalurkan untuk hal-hal yang halal. Pengawasan akan dilakukan oleh pihak bank untuk memastikan penggunaan dana tidak melenceng dari niat awal yang Anda utarakan ke pihak bank.

  1. Tidak Dibebani dengan Biaya Administrasi

Bagi Anda yang melakukan kredit syariah, tak akan ada biaya administrasi yang dibebankan. Dalam pinjaman konvensional, biaya administrasi akan mengurangi besaran pinjaman yang diberikan oleh bank. Berapa pun pinjaman yang Anda dapatkan dari ban tersebut, Anda sama sekali tak perlu membayarkan biaya administrasi sedikit pun.

  1. Nilai Angsuran yang Sama Setiap Bulannya

Dalam kredit syariah, diberlakukan angsuran dengan besaran yang flat alias sama setiap bulannya. Dengan begini bisa dipastikan, tak akan ada penambahan besaran cicilan yang harus Anda penuhi setiap bulannya secara tiba-tiba. Besaran cicilan yang tetap ini membuat Anda bisa merencanakan pembayaran cicilan dengan lebih optimal.

  1. Penggunaan Dana di Bank untuk Hal yang Bermanfaat

Prinsip-prinsip syariah yang diterapkan dalam sistem kredit syariah, sangat menguntungkan nasabah. Daya guna uang jadi meningkat, dengan digunakannya uang yang mengendap untuk kemanfaatan bersama. Selain itu, kredit syariah inipun meningkatkan peredaran uang, meningkatkan dinamika usaha, serta stabilitas ekonomi pun terjaga.

  1. Menerapkan Sistem Bagi Hasil

Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, dalam kredit syariah tak dikenal adanya bunga. Lebih dikenal sistem bagi hasil dalam pinjaman ini, antara nasabah yang meminjam dengan pihak pemberi pinjaman. Dari awal terjadinya akad, nasabah sudah mengetahui nilai dari bagi hasil yang harus dibayarkannya kepada pemberi pinjaman.

Berkembang pesatnya bank syariah bisa dilihat dari banyaknya peminat fitur kredit secara syariah yang dihadirkannya. Kredit atau pinjaman syariah ini, sama sekali tak membebankan bunga bank pada nasabah yang meminjam karena dianggap sebagai riba. Alih-alih bunga bank, antara nasabah dan pemberi pinjaman, menyetujui sistem bagi hasil di awal akad pinjam meminjam.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*