Nggak Mau Buru-buru, Suzuki Kenalkan Teknologi Kendaraan Listrik Lewat SHVS

Berbeda dengan strategi yang diambil oleh pabrikan otomotif asal China yang langsung lompat memperkenalkan teknologi kendaraan listrik full electric vehicle atau full EV di Indonesia, pabrikan otomotif Jepang memilih strategi step by step, memperkenalkan teknologi kendaraan listrik secara bertahap ke konsumennya di Indonesia. Seperti dilakukanPT Suzuki Indomobil Sales (SIS). Sampai saat ini Suzuki belum terdengar akan merilis kendaraan listrik. Namun mereka sudah memiliki teknologinya untuk melangkah kesana untuk konsumennya di Indonesia.

Teknologi itu adalah Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS). SHVS adalah teknologi mesin mild hybrid yang telah dikembangkan Suzuki secara global. Teknologi ini disematkan pada model MPVAll New Ertiga dan ditampilkan di acaraPameran dan Parade Kendaraan Bermotor Listrik yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan RI di Silang Monas, Jakarta, Sabtu (31/8/2019) lalu.

Khusus di Indonesia, teknologi SHVS masih dalam tahap penelitian agar bisa disesuaikan dengan karakter dan kondisi jalanan di dalam negeri. Teknologi ini dibuat untuk sistem penggerak mesin dan telah dilengkapi dengan Integrated Starter Generator (ISG) sebagai pengganti alternator konvensional yang mampu memberikan dukungan tenaga pada mesin, sehingga dapat meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar. Teknologi SHVS juga dilengkapi Lithium Ion Battery yang dirancang untuk menyimpan tenaga yang dihasilkan oleh ISG dan akan digunakan ketika mesin membutuhkan dukungan tenaga.

Teknologi SHVS ini mencakup efisiensi bahan bakar, ringan, dan kompak sehingga merupakan sistem yang ideal untuk mobil mobil kompak. Teknologi SHVS memiliki sistem kerja yang sederhana. Diawali ketika kendaraan pada posisi berhenti serta pengemudi tidak menginjak pedal dan gigi pada posisi ‘N’ atau netral, maka secara otomatis kendaraan akan melakukan Engine Auto Stop yang berfungsi mematikan mesin, namun sistem kelistrikan tetap menyala.

Kemudian apabila pedal diinjak, secara otomatis ISG akan menyalakan kembali mesin kendaraan. Saat melakukan akselerasi awal, tenaga atau listrik yang tersimpan pada baterai akan memberikan dukungan tenaga pada mesin. Ketika kendaraan dalam posisi jalan, tenaga atau listrik yang tersimpan pada baterai akan dialihkan pada komponen elektrik, seperti lampu, audio, air conditioner, serta multi information display, sehingga kerja mesin hanya akan dipusatkan untuk menghasilkan tenaga.

Hal ini akan meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar serta meningkatkan performa saat berkendara. Ketika kendaraan melakukan deselerasi atau memperlambat laju, ISG secara otomatis akan mengubah energi kinetik yang dihasilkan pada putaran roda menjadi energi listrik yang akan mengisi daya baterai yang terdapat pada kendaraan dengan teknologi SHVS. Ketika mobil melakukan pengereman, pengisian daya listrik pada baterai akan semakin besar.

Apabila kendaraan melaju pada kecepatan 15km/jam hingga berhenti dan pengemudi memindahkan gigi ke posisi ‘N’ atau netral serta melepas pedal, maka secara otomatis kendaraan akan melakukan Engine Auto Stop dan mematikan mesin. Pada saat mesin berhenti inilah daya listrik yang disimpan pada baterai akan dialihkan pada komponen elektrik untuk tetap menjaga sistem kelistrikan tetap menyala. Siklus yang sama akan berulang lagi ketika pengemudi menjalankan kendaraannya.

“Suzuki turut mendukung pemerintah memasuki era kendaraan listrik yang ramah lingkungan dan minim kadar emisi CO2 dengan menghadirkan teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki," ujarDony Saputra, 4W Marketing Director PT SIS. Donny menjelaskan, pada tahun 2017, Suzuki telah memiliki New Ertiga Diesel Hybrid yang mengadaptasi teknologi SHVS dan menjadi yang pertama di kelasnya dalam hal teknologi ramah lingkungan. Pihaknya siap mendukung pemerintah menuju masa transisi era mobil listrik, untuk menuju Indonesia bersih udara dan hemat energi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*