Pajero yang Tabrak Tasya dan Pacarnya Milik Ayah, Dipinjam untuk Antar Teman Pasang Kawat Gigi

Mbil yang menabrak Rafliansyah (19) dan Tasya Insara rupanya milik orangtua pelaku. Mobil Pajero Sport dipinjam HD (17) pada orangtuanya untuk mengantar teman pasang gawat gigi. Mobil Pajero Sport yang dikendarai HD menabrak Rafliansyah, warga Siring Agung, Ilir Barat I Palembang dan pasangannya, Tasya Insara (20) warga Sekip, Palembang.

Rafliansyah dan Tasya Insara mengendara motor Yamaha R15, BG 4805 ABO. Mereka ditabrak HD menggunakan Pajero di Jalan R Soekamto Palembang pada Rabu (19/8/2020) sekitar pukul 22.30 WIB. Korban Rafliansyah meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit.

Kemudian Tasya mengembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Hermina selang sembilan jam, Kamis (20/8/2020). Sementara seorang korban kecelakaan lainnya bernama Achwaldi Amzah (19 tahun) warga Lorok Pakjo, Ilir Barat (IB) I mengalami luka ringan. Ia seorang diri mengendarai motor Honda PCX dengan pelat nomor BG 3201 ACM.

Menurut saksi mata, mobil Pajero Sport warna hitam dengan pelat nomor B 1181 PJE, melaju dari arah Simpang Angkatan 66 ke arah Simpang Patal. Sesaat sebelum kecelakaan, saat melintas di depan SPBU, mobil tampak menghindari sepeda motor yang melaju melawan arah. "Terus mobil itu langsung banting setir ke kanan. Nabrak pembatas jalan, nabrak lampu jalan, masuk ke jalur berlawanan sampai nabrak motor yang dari arah Simpang Patal," kata Indra, seorang saksi mata di TKP, Kamis (20/8/2020).

Menurut Indra, ada dua unit sepeda motor yang ditabrak mobil Pajero tersebut. Sementara polisi masih memeriksa pengemudi Pajero yang diketahui berinisial HP (17 tahun) warga Bukit Sangkal, Kalidoni. "Kami masih meminta keterangan pengemudi mobil. Sementara kendaraan yang terlibat kecelakaan sudah dievakuasi ke pos laka," kata Kasat Lantas Polrestabes Palembang, AKBP Yusantiyo Sandhy melalui Kanit Lakalantas, Iptu Sucipto.

Kasat Lantas Polrestabes Palembang AKBP Yusantiyo Sandhy melalui Panit Lakalantas Iptu Sucipto mengatakan Pajero Sport yang dikendarai milik orangtua HD. HD meminjam mobil Pajero Sport orangtuanya untuk mengantar teman pasang gawat gigi. "Mobil ini milik orang tua HD yang dipakai untuk pergi dengan temannya. Para penumpang mobil kabarnya habis pasang kawat gigi," kata Sucipto.

Saat diperiksa, lanjut Sucipto, HD membawa kelengkapan surat kendaraan seperti STNK dan memiliki SIM. Begitu diamankan di Mapolrestabes Palembang, orang tua HD telah datang mengunjunginya. Saat awak media meminta izin wawancara HD, Sucipto mengungkapkan yang bersangkutan masih syok karena karena peristiwa kecelakaan tersebut.

"Saat ini kondisi HD tidak bisa diwawancarai karena sedang syok," kata Sucipto. Tono (61) yang merupakan ayah dari Tasya mengatakan sebelum kejadian Tasya sempat pamit dengan ibunya untuk keluar mencari makan. Dikatakan Tono, kedua orang tua sama sekali tidak merasakan adanya firasat akan ditinggalkan oleh anaknya tersebut.

"Sebelum kejadian itu dia pamit sama ibunya mau mencari makan di luar. Kalau firasat itu sama sekali tidak ada," kata Tono saat ditemui wartawan Sripoku.com di rumah duka, Kamis (20/8/2020). Tasya sendiri merupakan anak semata wayang dari buah hati Tono dan Hartini. Sejak lulus SMA, Tasya bekerja di Toko Roti dan berencana akan melanjutkan kuliah.

"Tidak tau lagi harus bagaimana, saat di rumah sakit aja kaki ini sudah lemas tidak lagi harus bagaimana," kata Tono. Tasya pun sering berbagi cerita kepada orang tuanya jika dirinya bercita cita ingin menjadi arsitek. Karena kecelakaan yang menimpanya semalam, cita cita Tasya pun hanya tinggal kenangan.

Sementara itu, teman Tasya yang mendatangi rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir kepada korban mengatakan tidak menyangka korban pergi secepat itu. "Aku teman SD nya, akhir akhir ini memang sering aktif kumpul kami. Tidak menyangka kalau Tasya pergi secepat itu. Dia orangnya baik dan mudah bergaul," kata salah satu temannya.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *